website BAAK Gunadarma

Biro administrasi dan kemahasiswaan universitas Gunadarma.

Universitas Gunadarma

Universitas berbasis ilmu komputer dan teknologi informasi.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, January 4, 2016

Proposal Penulisan Ilmiah

Proposal Penulisan Ilmiah

Hal    : Proposal Penulisan Ilmiah
Kepada
Pembimbing Penulisan Ilmiah
Di Tempat
Dengan Hormat,
Dengan ini saya :
Nama                             : 
NPM                              :
Fakultas / Jurusan          :
Kelas                              :
Bermaksud mengajukan proposal penulisan ilmiah.
Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan penulisan saya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal penulisan ilmiah saya disetujui.
Sebagai bahan pertimbangan, dengan ini juga saya lampirkan proposal penulisan saya yang berjudul ”APLIKASI DIAGNOSIS PENYAKIT HEPATITIS UNTUK MOBILE DEVICES MENGGUNAKAN  J2ME”. Demikian surat pengajuan proposal  ini  saya buat, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya ucapkan terimakasih.



          Hormat Saya


(                                     )

Proposal Penulisan Ilmiah
“APLIKASI DIAGNOSIS PENYAKIT HEPATITIS UNTUK MOBILE DEVICES MENGGUNAKAN  J2ME”

1.1  Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi telah membawa dampak positif bagi perkembangan bangsa - bangsa di seluruh dunia termasuk bangsa Indonesia. Perkembangan sebuah perangkat mobile devices sangat cepat. Mobile devices dirancang sedemikian hingga mudah untuk dibawa kemana saja. Sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakannya. Selain itu sekarang cenderung semakin banyak orang menggunakan mobile devices dan semakin banyak fasilitas dari mobile devices yang memudahkan penggunanya. Untuk itu aplikasi diagnosis penyakit hepatitis ini dibuat. Kemudahan dalam hal pelayanan kesehatan sangat diharapkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi mobile devices dalam aplikasi diagnosis penyakit hepatitis ini maka pasien dan dokter dapat terbantu. Dengan hanya memasukkan gejala yang dideritanya pasien dapat segera tahu jenis penyakit hepatitis yang dideritanya Sehingga kecepatan dan keefektifan dalam pelayanan dan penanganan kesehatan dapat segera dilakukan. Aplikasi ini menggunakan teknologi J2ME karena teknologi ini bersifat platform. Disamping itu aplikasi ini hanya memerlukan kapasitas memori kecil untuk instalasi sehingga tidak memberatkan perangkat mobile devices.

1.2  Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mendiagnosis suatu penyakit berdasarkan gejala-gejala yang diderita.
2.      Penyakit yang akan didiagnosis adalah penyakit Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C.
3.      Membahas tentang program mobile yang akan menentukan jenis penyakit dan nilai kepastian       terhadap penyakit tersebut.
4.      Input berupa gejala-gejala penyakit Hepatitis yang menyerang pasien.
5.      Output berupa identifikasi kemungkinan jenis penyakit Hepatitis yang menyerang pasien serta nilai kepastian terhadap penyakit tersebut.
6.      Perhitungan menggunakan metode factor kepastian (certainty factor) yang menunjukkan ukuran kepastian terhadap suatu fakta
7.      Representasi pengetahuan yang digunakan adalah sistem pakar berbasis rule dan dalam penalaran menggunakan metode backward chaining.
8.      Program dibangun secara menggunakan teknologi J2ME dan diimplementasikan secara simulasi.

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis dalam penyusunan PI ini adalah :
1.      Menjelaskan cara pembuatan aplikasi diagnosa penyakit hepatitis untuk mobile device
2.      Memberikan informasi mengenai penyakit hepatitis yang diderita oleh pasien (user), dan
3,    Mempermudah bagi para pasien (user) untuk mendiagnosa penyakit hepatitis.

1.4  Metode Penelitian
Motode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode : Studi pustaka yaitu pengumpulan data dengan cara membaca dari literatur atau buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian sebagai bahan landasan teori maupun landasan analisis.
Penulisan Ilmiah ini disusun secara sistematis melalui beberapa tahap, yaitu:
1.      Pengumpulan data/informasi mengenai penyakit hepatitis
2.      Perancangan tampilan
3.      Pembuatan aplikasi dengan menggunakan aplikasi J2ME
4.      Publikasi aplikasi        
5.      Pengujian aplikasi

1.5  Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah dalam membahas dan menyajikan penulisan tugas akhir ini, maka akan dijabarkan gambaran sistematika penyusunan tugas akhir sebagai berikut:


BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi uraian beberapa pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, perumusan masalah, metode penulisan, juga sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori-teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini dan ruang lingkup tentang sistem pakar, definisi penyakit hepatitis dan aplikasi J2ME.

BAB III : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas mengenai rancangan yang terdiri dari perancangan sistem, Rancangan tampilan aplikasi, tahapan-tahapan dari pembuatan aplikasi, serta tentang publikasi aplikasi.

BAB IV : PENUTUP
Pada bab ini merupakan bab penutup dari penulisan ilmiah ini yang berisi kesimpulan, kritik, saran dan daftar pustaka.


Sumber : http://adithimz.blogspot.com/2013/05/proposal-penulisan-ilmiah.html

Saturday, November 14, 2015

Softskill Bahasa Indonesia 1#

Soal :

  1.   Ada pepatah yang mengatakan “Bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang”? Jelaskan!
  2. Buatlah karangan singkat mengenai penggunaan bahasa Indonesia dikalangan Masyarakat maupun di keluarga!
  3. Sebutkan kelemahan dan kekurangan mempelajari bahasa Indonesia?

Jawab :

  1.  Pribahasa “Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang” itu memiliki pengertian bahwa kebiasaan seseorang dalam bertutur kata didalam masyarakat dapat menjadi sebuah senjata yang berbahaya terhadap orang lain, maksud berbahaya disini adalah melalui kata-kata maka seseorang mampu menyakiti perasaan orang lain dengan sangat mudah dengan tanpa perlu membuang energi yang banyak. Untuk itu kita sebagai makhluk yang memiliki akal fikiran sepantasnya menjaga tutur bahasa yang baik agar tidak terjadi kesalah pahaman ataupun orang yang merasa tersinggung.
  2.  Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu Negara Indonesia. Namun masih banyak orang Indonesia yang masih tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contohnya saja dilingkungan keluarga masih ada keluarga yang menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi sehari-hari. Selain itu, bahasa pergaulan yang sering digunakan dimasyarakat terutama digunakan oleh remaja. Yang menurut mereka bahasa gaul itu bahasa keren. Sehingga masih sangat kurang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan masyarakat maupun keluarga.Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat jarang ada yang menggunakannya dengan baik, bahkan mungkin tidak ada. Karena jika dilakukan untuk berkomunikasi secara verbal dan menggunakan penggunaan bahasa yang sesuai EYD dianggap kaku dan aneh. Maka dari itu masyarakat menggunakan bahasa yang sudah biasa mereka gunakan dengan pergaulannya masing-masing.Tidak sedikit juga dari mereka yang menggunakan bahasa pergaulannya dengan benar alias berantakan. Untuk kalangan muda banyak yang menggunakan bahasa pada sosial media seperti facebook, twitter, dan lain lain dengan menggabungkan huruf dan angka, dan mengkombinasikan katanya dengan huruf besar dan kecil yang orang-orang sebut dengan bahasa slang atau bahasa alay.
  3. Kelebihan dan kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Negara kita. Bahkan Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Negara kita. Dengan Bahasa Indonesia kita dapat berkomunikasi dengan pembicara yang mungkin berbeda daerah dengan kita.
Kelebihan mempelajari Bahasa Indonesia :
·         Dengan mempelajari bahasa Indonesia akan berbicara dengan baik dan benar sesuai dengan aturan penggunaan dalam Bahasa Indonesia.
·         Dengan mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar akan memberikan penilaian sebagai pribadi yang baik dan berbudi di mata teman bicara .
Kekurangan mempelajari Bahasa Indonesia :
·         Orang yang mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar akan terdengar lebih kaku dan terlalu resmi.


Sumber : http://ehajulaeha27.blogspot.co.id/2013_10_01_archive.html

Saturday, June 27, 2015

5 Hacker Wanita Yang Terkenal


Sahabat aneh didunia.blogspot, hacker yang dulu sering didominasi oleh cowok, sekarang tidak menutup kemungkinan adanya hacker hacker cewek. Hacking, dunia bawah tanah keras nan unik. Kebanyakan ahli-ahli dalam bidang hacking didominasi oleh kalangan pria. Tapi, siapa sangka ternyata wanita juga banyak ambil bagian dalam dunia ini. Kemampuan serta kiprahnya pun tidak kalah dengan kaum adam. Berikut ini adalah 5 Hacker Wanita Paling eksis di Dunia :

1.Xiao Tian



Teringat dengan kata hacker, biasanya yang terlintas di bayangan adalah seorang kutu buku dengan kaca mata tebal dengan gaya hidup yang acak-acakan. Tapi tidak berlaku untuk Xiao Tian. Sahabat anehdidunia.blogspot, dia adalah seorang hacker yang modis.Penampilan dan gaya hidupnya begitu rapi, dinamis bahkan terkesan feminim. ia juga tertarik sekali dengan dunia fashion, khususnya sepatu.  http://anehdidunia.blogspot.com

Dalam blog nya dia sering berbagi cerita tentang tempat-tempat yang pernah dia datangi. Itulah alasan mengapa Xiao memiliki banyak fans dan followers di dunia, khususnya para pria. Xiao Tian, mulai dikenal sejak umur 19 tahun. Setelah membentuk China Girl Security Team, salah satu kelompok hacker khusus wanita terbesar di china. Kiprahnya dalam dunia hacking juga tidak diragukan lagi.

Raksasa search engine nomor satu di dunia, Google pun pernah merasakan serangan hebat dari Tian beserta timnya. Xiao Tian melakukan serangan canggih terhadap sistem infrastruktur google china. Bahkan, google akhirnya tidak tahan dan memilih untuk menarik semua layanan operasionalnya di China akibat hantaman hacker yang bertubi-tubi tersebut.

2.Ying Cracker



Ying Cracker, seorang pengajar dari shanghai Cina. Dia mengajar tentang panduan dasar proses hacking, cara merubah IP address atau memanipulasi password kantor! Dia juga ahli dalam membuat software hacker. http://anehdidunia.blogspot.com

Dalam sebuah forum yang berjudul Chinese Hottie Hackers, namanya banyak dibahas dan itu membuat popularitasnya semakin menanjak. Dalam forum tersebut juga dia mempunyai anggota fans yang cukup banyak. Disitulah awal kredibilitasnya melambung.


 3. Kristina Svechinskaya



Kristina Svechinskaya adalah seorang mahasiswi New York University yang ditahan pada 2 november 2010 lalu karena telah membobol jutaan dollar dari beberapa bank di Inggris dan Amerika. Bersama 9 orang lainya, Svechinskaya meng-hack ribuan rekening bank dan diperkirakan total fresh money yang telah digasaknya itu sekitar 3 juta dollar.

Svechinskaya beserta tim awalnya menargetkan jumlah uang yang dicurinya adalah sekitar 220 juta dollar. Svechinskaya menggunakan Zeus Trojan Horse untuk menyerang ribuan rekening bank. Dia memiliki setidaknya 5 rekening bank dunia untuk mencairkan dananya.

Dalam aksinya itu, Svechinskaya juga melakukan pemalsuan paspor dan untuk itu total dia dituntut hukuman 40 tahun penjara bila terbukti bersalah. Seperti dilihat di gambar, bra yang digunakan gadis cantik ini terbuat dari berlian. Svechinskaya juga mendapat julukan sebagai hacker terseksi di dunia. Ya, karena memang tampilan wajah, tatapan mata dan gaya berbusana Svechinskaya bisa membuat orang-orang tak berkedip. http://anehdidunia.blogspot.com



4.Joanna Rutkowska



Joanna Rutkowska adalah seorang wanita polandia yang tertarik dengan dunia hacking security. Namanya pertama kali dikenal setelah konferensi Black Hat Briefings di Las Vegas, agustus 2006. Dimana saat itu Rutkowska mempresentasikan proses serangan yang telah dia lakukan terhadap sistem keamanan windows vista.

Tidak hanya itu, Rutkowska juga pernah menyerang Trusted Execution Technology dan System Management Mode milik Intel. Awal 2007 dia membentuk Invisible Things Lab di Warsawa, Polandia. Sebuah perusahaan yang berfokus terhadap research keamanan OS juga VMM serta layanan konsultasi keamanan internet. http://anehdidunia.blogspot.com

Tahun 2010 juga Rutkowska bersama Rafal Wojtczuk membentuk Qubes, sebuah Operating System yang sangat full protect security. Sahabat anehdidunia.blogspot, Rutkowska juga pernah memberikan saran terbuka untuk Vice President of Microsoft Security Technology Unit untuk lebih memperketat sistem keamanan dalam windows vista. Waw, Rutkowska memang seorang hacker yang sangat welcome untuk diajak bekerjasama.


 5.Raven Adler



Di urutan terakhir, kita punya Raven Adler. Seorang wanita berpenampilan gothic yang tertarik dengan dunia internet, khususnya dunia hacking. Raven adalah wanita pertama yang pernah hadir dalam konferensi hacker DefCon. Perhatian konferens tentu saja tertuju penuh untuknya. Tapi dia mengaku tidak ingin memanfaatkan gender nya sebagai wanita untuk mendongkrak kredibilitasnya sebagai hacker. 

Dalam banyak kesempatan pula, dia tidak begitu senang dipanggil dengan sebutan ‘Hacker Wanita’. Dia lebih senang dipandang karena skill nya, bukan karena posisinya yang spesial sebagai seorang wanita. Saat ini dia aktif mendesign, menguji dan mengaudit sistem detektor keamanan untuk berbagai agen-agen federal besar. Selain itu, di sela-sela kesibukanya dia juga telaten mempelajari ilmu beladiri Ryu Shorin Matsumura.

Sumber : http://www.anehdidunia.com/2012/06/5-hacker-wanita-yang-terkenal.html

Analisis Studi Kasus (Teamwork Perawat RSUD X)


Analisa Studi Kasus
Teori Organisasi Umum 2
Judul :

“TeamWork Perawat Rumah Sakit Umum Daerah X”


Kelompok :
AKBAR MAULANA 10113547
ARIF M. 11113326
FIRMAN PUTRA 13113516
MINGGAR ADITYA 15113496
SULAIMAN 18113682
YONATHAN 19113496
ZAKHARIA TITUS 19113658






Universitas Gunadarma
2014/2015



“TEAMWORK PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH X”


Rumusan Masalah :

            RSUD X merupakan salah satu rumah sakit umum yang berada di daerah X. Dengan Visi menjadi Rumah Sakit Umum yang diminati oleh masyarakat. RSUD X selalu berusaha untuk berbenah diri agar dapat bertahan di tengah persaingan pertumbuhan rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa RSUD X belum menunjukan hasil yang maksimal. Munculnya keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang di berikan RSUD X dan jumlah pasien yang belum menunjukkan peningkatan adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X belum mampu mewujudkan visi tersebut.

            Berdasarkan wawancara awal diperoleh informasi mengenai ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayan yang diberikan oleh RSUD X, khususnya pada bagian keperawatan. Melalui survey kepada beberapa perawat di RSUD X diperoleh data yang menunjukkan bahwa perawat kurang merasakan adanya kerjasama dan komunikasi yang baik, kurang memiliki rasa saling percaya dan saling mendukung, kurang mengetahui visi dan misi organisasi dan merasakan teamwork yang kurang efektif di RSUDX.

            Sikap tidak peduli dan saling menyalahkan antar perawat, kurang adanya keinginan dan kesadaran untuk menyelesaikan konflik, kurang adanya kesadaran para perawat akan pentingnya kerjasama dan komunikasi sehingga sering menimbulkan konflik serta hubungan antar perawat yang dirasakan kurang harmonis yang menghambat terjalinnya kerjasama merupakan indikator masalah yang sebenarnya dihadapi oleh pihak RSUD X.

Analisa :

Dari Rumusan Masalah Kasus diatas dapat kita mengerti  bahwa inti dari permasalahan kasus diatas adalahterletak pada kurangnya komunikasi dari pihak RSUD X yang tidak memberikan arahan kepada bawahannya untuk menjadikan RSUD X yang diminati oleh masyarakat. Berkurangnya kualitas pelanyanan dari para perawat untuk melanyani masyarakat yang datang untuk berobat, mengurangi kualitas dari rumah sakit itu sendiri. 

Kurang kedisplinan dari pihak Perawat itu masing-masing juga yang tidak bisa menjaga komunikasi dengan baik, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial itu sendiri, yang menyebabkan ketidaknyamanan dari para pasien dikarenakan kurang bagus nya hubungan antara perawat pun yang menjadikan berkurang nya kualitas perawat itu sendiri.



Solusi :

perumusan masalah diatas adalah awal dari pembuatan suatu solusi untuk menangani kekurangan dalam pemasalahan dalam RSUD X,maka dari itu harus ada beberapa pelayanan yang harus di benahi yaitu meningkatkan kualitas pelayanan sebaik mungkin dan mencari pokok masalah yang menyebabkan miss komunikasi antar para perawat untuk menangani permasalahan tersebut agar masyarakat yang memakai fasilitas pelayan dapat nyaman dan aman.

Kesimpulan :

Dari permasalahan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa RSUD X tersebut menginginkan rumah sakitnya diminati banyak masyarakat, tetapi banyak hal yang membuat RSUD tersebut belum mencapai hasil maksimal. Yang terutama adalah masalah keperawatan, masyarakat menilai bahwa perawat di RSUD X kurang menerapkan prinsip kerjasama/teamwork dan kurang adanya komunikasi antar sesama perawat. Sikap saling menyalahkan antar sesama perawat juga menjadi indikator permasalahan yang dihadapi RSUD X.

Wednesday, June 24, 2015

Budaya Organisasi, Tipopologi Budaya Organisasi, Kreatifitas individu dan team Proses inovasi

Pengertian dan fungsi Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.

Fungsi Budaya Organisasi
Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :
1.       Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2.      Sebagai pengikat suatu masyarakat
3.      Sebagai sumber
4.      Sebagai kekuatan penggerak
5.      Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
6.      Sebagai pola perilaku
7.      Sebagai warisan
8.     Sebagai pengganti formalisasi
9.      Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
10.  Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :

1.       Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
2.      Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
3.      Budaya mempermudah timbulnya komitmen
4.      Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Tipopologi  Budaya Organisasi

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).
Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.

Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1. Koersif
2. Remuneratif
3. Normatif
A. Organisasi Koersif, adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
B. Organisasi Utilitarian, adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
C. Organisasi Normatif, adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.

Kreatifitas individu dan team Proses inovasi

Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi. Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan.

Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.

Reff : 

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI


A. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

PENGERTIAN PERUBAHAN ORGANISASI

Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI

Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :

1.   Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

2.   Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

3.   Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

4.   Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

5.   Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

6.   Mengadakan perubahan struktur organisasi.
7.   Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
8.   Mengubah tata aliran kerja.
9.   Mengubah peralatan kerja.
10. Mengubah prosedur kerja.
11.Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.

C.  PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.

Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

 D.IMPLIKASI MANAJERIAL

Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.


Sumber : http://dessymarantika7.blogspot.com/2013/04/perubahan-dan-pengembangan-organisasi.html

DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI



A. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1.Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.